santriyai.blogspot.com
Sebaik apapun orang itu, pasti dia mempunyai seorang musuh, begitu pula dengan kehidupan di pondok pesantren, santri pun juga mempunyai seorang musuh atau orang yang di bencinya, siapakah dia ?
Pengurus Pondok Pesantren Jawabannya


Siapa sangka, orang yang di tuntut untuk mengatur segala aspek kegiatan di pondok pesantren menjadi orang yang di benci oleh para santri.Bukannya tak masuk akal, memang seperti itulah realitanya.Menjadi orang yang di benci bukanlah dampaan setiap pengurus pesantren, tapi mau bagaimana lagi, sejak nama "pengurus" bersemayam dalam dirinya, maka santri tersebut harus benar benar siap menjadi musuh bagi santri lainnya.Sungguh ironis, tapi mau bagaimana lagi ? So mau tidak mau harus tetep dijalani.!!!


Penyebab Di Benci

Akhirnya kita sampai juga di inti pembahasan, banyak sekali faktor atau penyebab kenapa pengurus itu dibenci oleh santri, salah satu di antaranya adalah berikut ini.
1. Selalu Mencari Kesalahan Santri

Memang tidak baik mencari kesalahan orang lain, tapi itu tidak berlaku di pondok pesantren, mencari kesalahan santri adalah salah satu tugas pengurus.
Karena kalau dibiarkan melakukan kesalahan terus menerus, maka itu akan berdampak pada diri santri di masa mendatang.Bahkan bisa di bilang, pengurus adalah musuh sebenarnya dari santri mbeling / nakal.Karena apa ?
Karena dengan adanya pengurus, santri yang terbilang nakal tidak dapat leluasa untuk melanggar tata tertib pondok pesantren. Bahkan saya pernah pernah membaca bahwa ada suatu sistem di pesantren (insya allah gontor), menerapkan sebuah sistem "mencari kesalahan santri"
Maksudnya, santri yang telah melanggar tata tertib pesantren di tuntut untuk menjadi mata mata pengurus, dan bertugas untuk mencari kesalahan santri lainnya.
Hebat bukan.

2. Semena-mena

Apakah itu benar ? dalam pandangan santri munkin persepsi itu benar, tapi tidak bagi pengurus.Mereka para santri hanya memikirkan ke-enakan yang dimiliki oleh para pengurus tanpa memikirkan tanggung jawab yang di embannya.Padahal, keistimewaan itu sendiri sudah mendapat izin dari para masyaikh, atau lebih dikenal dengan sebutan hakim (hak istimewa)Seperti membawa sepeda motor, Hp dan keluar tanpa izin.Sungguh menyalahi aturan pondok pesantren bukan.Memang menyalahi, tapi itu semua juga demi kemaslahatan pesantren.Para biasanya berkata :
"Enak ya jadi pengurus, bisa bawa hp dan juga sepeda motor, dan keluar se-enaknya"
Mereka hanya memikirkan itu, tanpa peduli apa yang terjadi sebenarnya.
Hingga akhirnya tercipatalah kebencian terhadap para pengurus.Tapi ada juga santri yang memang benar benar paham kondisi pengurus pesantren, kenapa mereka membawa hp dan juga sepeda motor.

3. Angkuh

Pengurus di tuntut bersifat demikian agar para santri "segan" terhadap para pengurus.

Bersifat angkuh bukan berarti tidak peduli terdahap santri, hanya membatasi bergaul dengan santri agar tidak terlalu nyeleneh terhadap para pengurus.
Biasanya sifat ini, sering timbul atau terdapat hanya pada "keamanan" pondok pesantren.
Dengan bersikap seperti itu, mereka para santri akan berpikir dua kali untuk melanggar tata tertib pesantren"Tatapannya tajam, apalagi hukumannya" XD,Karena faktor faktor di atas inilah, para pengurus di benci oleh santri, hinga akhirnya terciptalah sebuah qoute atau perkataan yang isinya begini"Pengurus yang sukses itu pengurus yang mempunyai banyak musuh"Jadi tolak ukur kesuksesan seorang pengurus bukan di lihat dari seberapa banyak santri yang menyukainya.Melainkan  berapa banyak santri yang membencinya.Karena dengan tolak ukur seperti itu, kita bisa melihat kinerja para pengurus mengurus para santri.


Kolaborasi Pengurus dengan Santri
Hal penting yang perlu dikletahui juga adalah tetap menjaga kenyamanan santri dan mendorong support potensi-potensi yang dimiliki.Jangan sampai seorang santri merasa bosan dan kesepian,yang menjadikan dia berkata “Ya Allalh pengen cepet pulang”.Apabilla ini terjadi dan sampai pulang dengan keadaan seperti itu.Akan mejadikan lebih lama menemukan jatii diri.Faktor ini banyak terjadi tetapi jarang seorang santri mengatakannya.Potensi setiap orang berbeda-beda dan apa yang menjadi kesukaannnya,opini,pendapat seseorang seharusnya ditampung dan disuport dengan bijak.
Kolaborasi pengurus dengan santri menjadi hal penting untuk menggali pribadi yang berpotensi yang mengarah terciptanya kesuksesan diri dan membrikan nama baik pesantren.Mereka datang dari berbagai daerah dan berbeda-beda sifat,cara berfikir serta potensi yang dimiliki.Masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan sendiri.


Nah kelebihan-kelebihan inilah yang semestinya dijaga dengan baik serta diproduksi hingga menghasilkan sebuah kontribusi yang luar biasa.Biljak dan professional salah satu bagian yang harus dimilikil.Pendekatan dengan kebijakan profesionalll akan memberikan pengaruh positif dalam diri seseorang.

Nb.BincangSantri

Orang Yang Paling Banyak Dibenci Oleh Santri Dan Hal Penting Kolaborasi Pengurus dengan Santri

 santriyai.blogspot.com
Sebaik apapun orang itu, pasti dia mempunyai seorang musuh, begitu pula dengan kehidupan di pondok pesantren, santri pun juga mempunyai seorang musuh atau orang yang di bencinya, siapakah dia ?
Pengurus Pondok Pesantren Jawabannya


Siapa sangka, orang yang di tuntut untuk mengatur segala aspek kegiatan di pondok pesantren menjadi orang yang di benci oleh para santri.Bukannya tak masuk akal, memang seperti itulah realitanya.Menjadi orang yang di benci bukanlah dampaan setiap pengurus pesantren, tapi mau bagaimana lagi, sejak nama "pengurus" bersemayam dalam dirinya, maka santri tersebut harus benar benar siap menjadi musuh bagi santri lainnya.Sungguh ironis, tapi mau bagaimana lagi ? So mau tidak mau harus tetep dijalani.!!!


Penyebab Di Benci

Akhirnya kita sampai juga di inti pembahasan, banyak sekali faktor atau penyebab kenapa pengurus itu dibenci oleh santri, salah satu di antaranya adalah berikut ini.
1. Selalu Mencari Kesalahan Santri

Memang tidak baik mencari kesalahan orang lain, tapi itu tidak berlaku di pondok pesantren, mencari kesalahan santri adalah salah satu tugas pengurus.
Karena kalau dibiarkan melakukan kesalahan terus menerus, maka itu akan berdampak pada diri santri di masa mendatang.Bahkan bisa di bilang, pengurus adalah musuh sebenarnya dari santri mbeling / nakal.Karena apa ?
Karena dengan adanya pengurus, santri yang terbilang nakal tidak dapat leluasa untuk melanggar tata tertib pondok pesantren. Bahkan saya pernah pernah membaca bahwa ada suatu sistem di pesantren (insya allah gontor), menerapkan sebuah sistem "mencari kesalahan santri"
Maksudnya, santri yang telah melanggar tata tertib pesantren di tuntut untuk menjadi mata mata pengurus, dan bertugas untuk mencari kesalahan santri lainnya.
Hebat bukan.

2. Semena-mena

Apakah itu benar ? dalam pandangan santri munkin persepsi itu benar, tapi tidak bagi pengurus.Mereka para santri hanya memikirkan ke-enakan yang dimiliki oleh para pengurus tanpa memikirkan tanggung jawab yang di embannya.Padahal, keistimewaan itu sendiri sudah mendapat izin dari para masyaikh, atau lebih dikenal dengan sebutan hakim (hak istimewa)Seperti membawa sepeda motor, Hp dan keluar tanpa izin.Sungguh menyalahi aturan pondok pesantren bukan.Memang menyalahi, tapi itu semua juga demi kemaslahatan pesantren.Para biasanya berkata :
"Enak ya jadi pengurus, bisa bawa hp dan juga sepeda motor, dan keluar se-enaknya"
Mereka hanya memikirkan itu, tanpa peduli apa yang terjadi sebenarnya.
Hingga akhirnya tercipatalah kebencian terhadap para pengurus.Tapi ada juga santri yang memang benar benar paham kondisi pengurus pesantren, kenapa mereka membawa hp dan juga sepeda motor.

3. Angkuh

Pengurus di tuntut bersifat demikian agar para santri "segan" terhadap para pengurus.

Bersifat angkuh bukan berarti tidak peduli terdahap santri, hanya membatasi bergaul dengan santri agar tidak terlalu nyeleneh terhadap para pengurus.
Biasanya sifat ini, sering timbul atau terdapat hanya pada "keamanan" pondok pesantren.
Dengan bersikap seperti itu, mereka para santri akan berpikir dua kali untuk melanggar tata tertib pesantren"Tatapannya tajam, apalagi hukumannya" XD,Karena faktor faktor di atas inilah, para pengurus di benci oleh santri, hinga akhirnya terciptalah sebuah qoute atau perkataan yang isinya begini"Pengurus yang sukses itu pengurus yang mempunyai banyak musuh"Jadi tolak ukur kesuksesan seorang pengurus bukan di lihat dari seberapa banyak santri yang menyukainya.Melainkan  berapa banyak santri yang membencinya.Karena dengan tolak ukur seperti itu, kita bisa melihat kinerja para pengurus mengurus para santri.


Kolaborasi Pengurus dengan Santri
Hal penting yang perlu dikletahui juga adalah tetap menjaga kenyamanan santri dan mendorong support potensi-potensi yang dimiliki.Jangan sampai seorang santri merasa bosan dan kesepian,yang menjadikan dia berkata “Ya Allalh pengen cepet pulang”.Apabilla ini terjadi dan sampai pulang dengan keadaan seperti itu.Akan mejadikan lebih lama menemukan jatii diri.Faktor ini banyak terjadi tetapi jarang seorang santri mengatakannya.Potensi setiap orang berbeda-beda dan apa yang menjadi kesukaannnya,opini,pendapat seseorang seharusnya ditampung dan disuport dengan bijak.
Kolaborasi pengurus dengan santri menjadi hal penting untuk menggali pribadi yang berpotensi yang mengarah terciptanya kesuksesan diri dan membrikan nama baik pesantren.Mereka datang dari berbagai daerah dan berbeda-beda sifat,cara berfikir serta potensi yang dimiliki.Masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan sendiri.


Nah kelebihan-kelebihan inilah yang semestinya dijaga dengan baik serta diproduksi hingga menghasilkan sebuah kontribusi yang luar biasa.Biljak dan professional salah satu bagian yang harus dimilikil.Pendekatan dengan kebijakan profesionalll akan memberikan pengaruh positif dalam diri seseorang.

Nb.BincangSantri
BACA JUGA
loading...
iklan banner
LightBlog
Posting Komentar

Random